Selasa, 24 Juli 2012

Kesenjangan Daya Dukung Antara Wilayah Perkotaan Dan Pedesaan








Kesenjangan Daya Dukung Antara Wilayah Perkotaan Dan Pedesaan
Oleh : Bayu Panji Aji

Ø PENDAHULUAN
Pembangunan dan perkembangan suatu kota saat sekarang ini sering berbanding terbalik dengan perkembangan wilayah pedesaan. Hal ini disebabkan pembangunan yang terpusat ke wilayah kota sebagi pusat dari segala kegiatan baik ekonomi, pendidikan, kesehatan, hiburan dan lain-lain. Sehingga hal ini menyebabkan kesenjangan antara pembangunan baik fasilitas maupun infrastruktur yang da di wilayah kota dan pedesaan. Perbedaan fasiltas dan infrastruktur seperti fasilitas kesehatan, tempat hiburan dan juga fasilitas umum yang lainnya.
Perkembangan kota yang meningkatkan perekonomian akan menghasilkan pendapatan yang jauh lebih tinggi dari penduduk yang ada di perkotaan karena tingkat kebutuhan masyarakat perkotaan yang semakin meningkat dan beragam. Selain itu akan semakin banyak dan beragam juga jenis pekerjaan yang dibutuhkan di wilayah perkotaan akan menarik perhatian penduduk yang berada di wilayah pedesaan untuk pindah ke wilayah perkotaan atau yang biasa disebut Urbanisasi.
Urbanisasi merupakan perpindahan penduduk dari desa ke kota untuk menetap di wilayah perkotaan tersebut. Urbanisasi banyak terjadi pada saat sekarang ini, karena pengharapan dari penduduk pedesaan untuk memperbaiki kehidupan dan meraih keuntungan yang lebih baik dari pada tetap berada di wilayah pedesaan.
Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah penduduk di wilayah perkotaan yang secara langsung berdampak pada wilayah tersebut. Dampak yang terjadi dapat dilihat dari semakin meningkatnya jumlah kebutuhan akan tempat tinggal yang secara tidak langsung berdampak pada lingkungan yang ada di wilayah perkotaan. Sehingga banyak terjadi permasalahan lingkungan yang ada di perkotaan seperti peningkatan limbah domestik, berkurangnya wilayah perkebunan dan persawahan karena berubah menjadi pemukiman warga.
Selain itu perpindahan penduduk dari wilayah pedesaan ini akan menyebabkan wilayah pedesaan yang ditinggalkan kekurangan tenaga untuk mengembangkan wilayah desa tersebut. Sehingga banyak lahan di wilayah pedesaan yang tidak mampu mengembangkan lahan yang ada di wilayah pedesaan baik itu untuk pertanian, peternakan dan perkebunan. Hal ini akan menyebabkan perkembangan dan pembangunan di wilayah pedesaan semakin tertinggal dengan wilayah yang ada di wilayah perkotaan.
Urbanisasi dapat meningkatkan memperbaiki penghidupan dan perekonomian penduduk pedesaan dengan bekerja di kota. Akan tetapi bila urabnisasi yang terjadi terlalu tinggi maka akan membebani lingkungan yang ada di perkotaan selain itu akan semakin membuat permaslahan di kota semakin kompleks. Sehingga urbanisasi di perlukan dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan wilayah perkotaan agar tercipta kondisi yang lebih baik baik itu di pedesaan dan di perkotaan sebagai duatu wilayah kesatuan yang kesemuanya harus dibangun demi mempertahankan perkembangan dan pembangunan di setiap wilayah.

Ø PEMBAHASAN
Urbanisasi dapat menyebabkan ketidaksatabilan lingkungan yang ada di wilayah yang ada di perkotaan dan dilingkungan pedesaan. Hal ini dilihat dari semakin beratnya beban lingkungan perkotaan akibat berkurannya lahan hijau karena berubah jadi lahan pemukiman masyarakat selain itu juga diakibatkan oleh jenis limbah yang beragam dan meningkat jumlahnya. Sedangkan di wilayah pedesaan lahan banyak yang tertinggal dan tidak terawatt akibat ditinggal penduduknya yang urbanisasi ke wilayah perkotaan sehingga lingungan desa tersebut tidak dapat berfugsi secara maksimal dan semakin tertinggal dari wilayah perkotaan.
Urbaniasasi yang terjadi disebabkan oleh karena berbagai hal atau kondisi yang sangat berbeda antara apa yang terjadi di wilayah perkotaan dan wilayah pedesaan diantaranya Kesenjangan Daya Dukung antara wilayah perkotaan dan pedesaan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :
Sumberdaya Alam Dan Lingkungan (Natural Capital)
Kesenjangan daya dukung antara wilayah perkotaan dan pedesaan yang terjadi dapat dilihat dari factor sumber daya alam dan lingkungan dimana pada wilayah perkotaan walapun telah terjadi kerusakan yang berlangsung sangat lama akan tetapi akan diatasi dengan segala sumber dana yang berasal dari pajak dimana yang ikut membayar pajak juga masyarakat di wilayah pedesaan. Sedangkan bila di wilayah pedesaan walaupun kerusakan yang terjadi belum parah tetapi masyarakat sulit mengatasinya sehingga hanya menunggu adanya perhatian dari pemerintah pusat.
·                     Infrastruktur Fisik Dan Ekonomi (Infrastructural Capital)
Perkembangan infrastruktur fisik dan ekonomi juga merupakan bentuk kesenjangan daya dukung perkotaan dan pedesaan, dimana pada wilayah perkotaan perkembangan yang sangat pesat sehingga telah mendekati kejenuhan dan terjadi penurunan kualitas dan tidak terperhatikan pemeliharaannya sedangkan di wilayah pedesaan perkembangan infrastruktur  fisim dan ekonomi masih lemah dan perkembangannya lambat.
·                     Modal Finansial (Finacial Capital)
Dari sisi modal finansial yang ada di perkotaan relatif kuat dan cenderung semua kegiatan dinilai dengan uang sehingga semua kegiatan pasti punya nilai ekonomis yang menyebabkan banyak sektor yang dapat menjadi lahan pengahasilan sedangkan yang terjadi di pedesaan modal financial sangat lemah dan hanya banyak menggunakan ekonomi barter.
·                     Modal Sosial Dan Budaya
Modal sosial dan budaya yang terjadi di perkotaan relatif lemah karena terjadi social distance dan ketidaktaatan kepada hukum sehingga tingkat kriminal yang terjadi semakin meningkat dan beragam pula jenis kriminal yang terjadi di wilayah perkotaan. Di wilayah pedesaan modal sosial dan budaya sebagian masih kuat; namun mulai tererosi dan sulit diangkat lagi karena dengan adanya perkembangan dan pembangunan walaupun masih terasa sangat lambat perkembangan tersebut.
·                  Jaringan Masyarakat Madani (Civil Society)
Perkotaan Secara horisontal relatif kuat, secara vertikal  melemah, pedesaan Secara horisontal relatif kuat, secara vertikal mulai melemah
·                  Politik, Pemerintahan Dan Keamanan
Perkotaan Tidak stabil tetapi dengan energi sosial relatif tinggi, pedesaan Relatif stabil tetapi dengan energi sosial yang relatif lemah
Inovasi Teknologi
Inovasi teknologi yang ada di perkotaan juga relatif tinggi tetapi hanya terserap secara terbatas sedangkan di wilayah pedesaan dilandaskan pada indegeneous knowledge berasal dari kekayaan publik relatif lemah.

Ø PENUTUP

Kesimpulan
Dari pembahsan diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
a.       Urbanisasi merupakan proses perpindahan penduduk dari wilayah pedesaan ke wilayah perkotaan yang salah satunya disebabkan oleh kesenjangan daya dukung antara yang ada di wilayah pedesaan dengan yang ada di wilayah perkotaan.
b.                  Urbanisasi menyebabkan ketidakstabilan lingkungan baik yang ada di wilayah perkotaan dan pedesaan.
c.            Kesenjangan daya dukung lingkungan antara wilayah pedesaan yang ada di perkotaan dan pedesaan disebabkan berbagai faktor yaitu Sumberdaya alam dan lingkungan, Infrastruktur fisik dan ekonomi, Modal finansial, Modal sosial dan budaya, Modal Sosial Dan Budaya, Jaringan masyarakat madani, kondisi Politik, pemerintahan dan keamanan, serta Inovasi teknologi.
d.                  Urbanisasi dapat menimbulkan dampak negatif maupun positif
e.  Urbanisasi terjadi karena keinginan setiap individu/sekelompok masyarakat menginginkanperubahan yang lebih di dalam hidupnya.
f.           Pada daerah/wilayah yang perkonomiannya maju, biasanya memiliki tingkat urbanisasi yangtinggi pula.
g.          Urbanisasi kebanyakan terjadi pada daerah/wilayah yang menjadi pusat ekonomi, sosial,budaya dan pemerintahan.
h.                  Pulau Jawa masih mendominasi tingkat urbanisasi di Indonesia.
Saran
a.       Perlu kebijakan baru tentang kependudukan yang dapat mengatur proses migrasi dan urbanisasi tanpa mengurangi hak-hak dari mereka sebagai warga negara.
b. Salah satu upaya untuk mengurangi tingkat urbanisasi adalah menciptakan lapangan pekerjaanbaru di wilayah pedesaan

Ø DAFTAR PUSTAKA
·         Tri Pranadji. 2010. Pengembangan Daerah Penyangga Sebagai Pengendalian Arus Urbanisasi. http://pse.litbang.deptan.go.id
·      Tjodronegoro, S. M. P. 1990. Revolusi Hijau dan Perubahan Sosial di Pedesaan Jawa. PRISMA, X
·         Muslih Taufiqurrahman. 2009. Urbanisasi Pasca Lebaran. http: jtnmustlo.wordpress.com.
· UNESCAP. 2008. Panduan Ringkas Untuk Pembuat Kebijakan 1, Urbanisasi. http://ciptakarya.pu.go.id.
·    Nindya Afriana, N. 2010. Urbanisasi Pasca Lebaran. Program sarjana Sistem Informasi Universitas Gunadarma. http://www.scribd.com
· Izal. 2010. Urbanisasi dan Momentum Penanganan Anak Jalanan. http://kesehatan.kompasiana.com.
·         BAPPENAS. 2009. Pelestarian Sumber Daya Air dan Urbanisasi. http://www.bappenas.go.id.
·         Ratna, Diah Ayu. 2008. Kajian Konversi Lahan Akibat Urbanisasi Wilayah Di Kabupaten Tegal. Universitas Diponegoro.
·         Joko, S. 2009. Desa Produktif Tekan Pengangguran dan Urbanisasi. Jakarta. Mengutak-atik Urbanisasi Berkelanjutan. http://bataviase.co.id
·         Felecia,  P, A. 2008. Tren urbanisasi di indonesia. Program Studi Agrobisnis Fakultas Pertanian Universitas Pattimura. http://ejournal.unud.ac.id.
· Agus Santosa. 2009. Modernisasi, Industrialisasi, & Urbanisasi. http://agsasman3yk.wordpress.com.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar